Membedah Kejahatan Perang Israel Lewat Film Hind Rajab

Membedah Kejahatan Perang Israel Lewat Film Hind Rajab

12 Mar 2026 - Event

Anak-anak selalu menjadi kelompok paling rentan dalam genosida yang terjadi di Gaza. Dari 70.000 warga sipil yang gugur, hampir sepertiganya—sekitar 20.000 jiwa—merupakan anak-anak. Data ini dilaporkan oleh Al Jazeera yang mengutip Kementerian Kesehatan Palestina. Hind Rajab adalah salah satu anak korban kekejian tersebut. Usianya baru enam tahun ketika tubuh kecilnya ditembak ratusan kali oleh militer Israel. Sebelum itu, ia terkurung di dalam mobil bersama jasad anggota keluarganya.


Smart 171 bersama Raws Syndicate melaksanakan nonton bareng film Hind Rajab pada (7/2) di Red Raws Center, Pasar Antik Cikapundung. Pemutaran film ini menjadi ruang edukasi publik yang menggambarkan bagaimana kejahatan perang dilakukan secara berlapis.


“Kami mau lebih banyak orang tahu dan paham seperti apa wajah Israel lewat film ini,” ujar Sarah Muthia, Manajer Edukasi dan Advokasi Smart 171 saat menjelaskan alasan pemilihan film tersebut.


Film berdurasi 70 menit itu merekam detik-detik terakhir Hind Rajab, seorang anak Palestina yang terjebak di dalam mobil bersama enam anggota keluarganya yang telah meninggal akibat serangan tank Israel pada 29 Januari 2024. Rekaman audio asli memperdengarkan suara Hind yang memohon pertolongan kepada layanan darurat, sementara petugas Bulan Sabit Merah Palestina berjuang menembus izin militer untuk mengirim ambulans.


Ambulans yang dikirim tak pernah sampai. Tiga hari kemudian, mobil keluarga Hind ditemukan dengan ratusan lubang peluru, tak jauh dari bangkai ambulans dan jasad dua paramedis yang hendak menyelamatkannya. Investigasi independen memastikan tidak ada pertempuran di lokasi. Kendaraan yang diserang adalah objek sipil.


“335 peluru itu untuk apa? Bahkan dalam perang, ada batas penggunaan kekuatan. Israel bisa memilih proporsional, tapi mereka tidak mau. Mereka tidak peduli di dalam sana sipil atau bukan, mereka menyerang membabi buta,” tegas Sarah dalam diskusi.


Diskusi pascapemutaran menegaskan bahwa kasus Hind Rajab bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari pola kekerasan sistematis yang terus berulang di Gaza. Ketika hukum internasional gagal ditegakkan, pelanggaran yang sama terus terjadi.


“Sekarang pertanyaannya, mau berapa Hind Rajab lagi sampai kita ikut bersuara menghentikan Israel?” demikian disampaikan dalam penutup diskusi.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya