Israel Culik Aktivis SMART 171, MUI: Buktikan BoP Ada Gunanya
26 May 2026 - Press Release
Sebagai lembaga yang salah satu aktivisnya diculik Israel di perairan internasional, SMART 171 hadir dalam konsolidasi yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia di Kantor Pusat MUI, hari ini (21/5).
MUI bersama ormas islam dan lembaga filantropi mengutuk keras tindakan agresi militer Israel terhadap kapal sipil yang membawa bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza. Mereka juga menuntut pembebasan atas 9 WNI dan aktivis negara lain.
Ketua MUI Zaitun Rasmin meminta agar Presiden Prabowo bersama 7 negara islam di Board of Peace (BoP) perintahkan pembebasan sandera. “Buktikan BoP ada gunanya.” tegasnya dalam forum.
Pelaksanaan konsolidasi ini menjadi wujud keseriusan merespon tindak kriminal Israel. MUI keluarkan taujihat melaksanakan doa khusus keselamatan bagi para aktivis yang diculik dalam khutbah jumat dan khutbah Idul Adha. Mereka juga ingatkan agar masyarakat menggelorakan kembali qunut nazilah bagi Palestina dan menggalakkan boikot lagi.
Jajang Nurjaman menjawab pertanyaan jurnalis terkait menlu yang menyebut kasus ini sebagai penangkapan bukan penculikan. Ia mewakili GPCI menyebut bahwa segalanya dikoordinasikan dengan aktivis dari 66 negara. Tiap pernyataan yang keluar tentu mereka sepakati bersama, termasuk kata Penculikan. Israel menangkap aktivis di perairan internasional, bukan di teritori mereka, itu kriminal.
Profesor Heru dari tim legal GPCI juga menambahkan, “Kami tegaskan bahwa itu adalah suatu bentuk penculikan. Mereka mengintersepsi di laut bebas, artinya Israel tidak punya kewenangan melakukan pencegatan apalagi penangkapan.” Ia juga menambahkan, “Israel telah melanggar pasal 8 ayat 2 poin 25 Statuta Roma.”
Selain Zaitun Rasmin, forum ini juga dihadiri oleh wasekjen MUI Erick Yusuf, Ketua MUI bidang pendidikan Faisal Nasar, dan ketua komisi HLNKI Bunyan Saptomo.
MUI menegaskan bahwa keselamatan warga negara Indonesia sangat penting, tiap detik berharga karena Israel seringkali kejam memperlakukan manusia.
Bagi SMART 171, forum ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kesadaran masyarakat atas krisis kemanusiaan sekaligus jadi wadah bersuara, berdiplomasi, hingga gaungnya sampai pada pejabat negara, untuk segera berusaha menekan Israel membebaskan semua WNI yang diculik.