Dubes Palestina untuk Indonesia: Palestina Akan Merdeka!

Dubes Palestina untuk Indonesia: Palestina Akan Merdeka!

10 May 2026 - Event

Abdalfatah A.K. Alsattari, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, membagikan kisah yang penuh emosi soal kehidupan di Gaza dan harapan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan. Dalam perayaan satu dekade SMART 171 di Perpustakaan Nasional RI pada Minggu (10/5), Alsattari berdiri di depan ratusan peserta, dengan nada suara yang sesekali bergetar karena cerita tentang keluarganya di Gaza yang masih berjuang di tengah perang dan blokade.


Dia menceritakan, “Anak dan keluarga saya di Gaza, sampai sekarang masih di Gaza. Saya bertanya kepada keluarga apa mereka punya makanan. Mereka bilang, ‘Kami punya makanan dari Indonesia.’ Saya berterima kasih pada Indonesia,” kata Alsattari. Kata-katanya meluncur di tengah kondisi Israel yang masih melaparkan Gaza, menodai gencatan senjata.


Di atas podium, Alsattari menegaskan sejak pertama kali menginjakkan kaki di sini, ia tidak pernah merasa asing. “Demi Allah, dari pertama saya masuk ke Indonesia, saya tidak merasa saya asing. saya merasa di sini berdiri di negeri saya sendiri.” Bagi dia, hubungan Indonesia-Palestina jauh lebih dalam daripada sekadar relasi diplomatik.


Ia juga menjelaskan alasan warga Gaza tetap bertahan, meskipun harus menghadapi kehancuran, kehilangan keluarga, dan ancaman kelaparan yang amat nyata. Bagi Alsattari, kekuatan utama rakyat Palestina bersumber pada iman dan pendidikan yang ibu mereka berikan sejak kecil, “Kami belajar Al-Qur’an, sirah Nabi, dan fiqih sejak kecil. Karena itu kami yakin penjajahan akan hilang dari Palestina,”


Ia mengutip Surah Al-Isra tentang Masjid Al-Aqsa, “Di surat yang sama Allah bilang, suatu waktu warga Israel akan kembali ke Palestina tapi Allah akan mengirimkan orang-orang yang Ibadalana uliy ba’sin syadid yakni yaitu hamba-hamba kuat yang akan mengeluarkan mereka. Dan mereka akan keluar dari sana dalam keadaan yang hina.”


Alsattari menyentil kejadian tahun 1967, saat Israel berhasil menguasai sejumlah wilayah Arab hanya dalam enam hari. Tetapi, hingga hari ini, Israel belum mampu benar-benar menguasai Gaza, meski perang dan blokade tak pernah selesai. “Mereka bisa ambil banyak wilayah dalam enam hari. Tapi sampai sekarang mereka belum bisa menguasai Gaza. Warga Gaza punya iman yang kuat,” ujarnya.


Dalam forum yang dihadiri para aktivis muda, akademisi, orang tua asuh anak-anak Gaza dan komunitas solidaritas Palestina, SMART 171 menekankan pentingnya menjaga perhatian publik di Indonesia supaya isu Palestina tidak tenggelam di tengah semakin banyaknya konflik global.


Perayaan satu dekade SMART 171 menjadi titik temu bagi gerakan edukasi dan solidaritas Palestina di Indonesia. Beragam komunitas pemuda dari berbagai daerah hadir, ada pameran edukasi, dan peluncuran buku tentang perjuangan Palestina.

Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya