9 WNI yang Diculik Israel Tiba di Indonesia, Tim SMART 171 Sambut dengan Poster Kecam Penculikan Israel
24 May 2026 - Press Release
Sembilan WNI yang sempat diculik Israel dalam misi kemanusiaan ke Gaza akhirnya tiba di Indonesia kemarin (24/5). Ada dua perempuan lain yang ikut rombongan ini, yakni Chiki Fawzi dan Maimon Herawati, Direktur SMART 171 sekaligus koordinator Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Begitu selesai urusan imigrasi dan administrasi, sebelas orang ini masuk area kedatangan sekitar pukul 16:30. Ada Dubes Palestina, keluarga, teman, aktivis pro Palestina dan awak media menyambut kedatangan mereka. Tangis haru dan pelukan hangat menyambut para aktivis yang baru saja melewati pengalaman menegangkan.
Salah satu relawan yang kembali setelah diculik Israel ialah Hendro, staf SMART 171. Disambut dengan bunga dan berbagai poster dari belasan rekan di SMART 171, Hendro tersenyum gembira dan menerima pelukan mereka satu persatu.
Belasan tim SMART 171 itu membawa banyak poster berisi kecaman terhadap penculikan orang Gaza. Ada gambar tawanan seperti Dr. Hussam Abu Safiya, Adnan Al Bursh, dan banyak lagi. Menurut Maimon Herawati sebagai direktur, SMART 171 sengaja menyiapkan poster-poster tersebut agar siapapun yang melihat tetap ingat Gaza. “Jadi seperti misi GSF, kita harus pastikan fokus utama adalah Gaza. Kepulangan WNI hari ini tetap jadi bahan bakar narasi untuk Gaza.” Katanya.
Hendro menyampaikan hal senada, “Apa yang dialami relawan GSF hanya sebagian kecil dari penderitaan yang dirasakan setiap oleh warga Palestina di Gaza. Setiap hari mereka berhadapan dengan kejahatan Israel.”
Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Duta Besar Palestina Abdalfatah Alsattari turut hadir di Bandara menyambut seluruh WNI yang tergabung dalam misi tersebut. Alsattari bahkan menyebut mereka sebagai pahlawan bagi ia dan seluruh rakyat Palestina. Menurutnya, aksi mereka dalam mengecam blokade Israel dan menunjukkan solidaritas untuk Gaza adalah bukti nyata perjuangan kemanusiaan.
Sebelumnya, Israel menculik 9 WNI yang tergabung dalam gerakan Global Sumud Flotilla 2.0. Mereka datang dari berbagai kalangan seperti jurnalis dan aktivis. Sembilan orang ini yakni Bambang Noroyono, Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho, Rahendro Herubowo, Andi Angga Prasadewa, Herman Budianto Sudarno, Ronggo Wirosanu, Asad Aras Muhammad, dan Hendro Prasetyo.