Israel Siapkan Drone Gas Air Mata untuk Teror Warga Tepi Barat Selama Bulan Ramadan
Israel Siapkan Drone Gas Air Mata untuk Teror Warga Tepi Barat Selama Bulan Ramadan

Israel Siapkan Drone Gas Air Mata untuk Teror Warga Tepi Barat Selama Bulan Ramadan

20 Feb 2026 - Berita

Sebuah saluran televisi Israel melaporkan bahwa penjajah Israel berencana untuk membeli sistem yang dirancang untuk dipasang pada drone guna menyebarkan gas air mata kepada warga Palestina di Tepi Barat yang diujajah. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan keamanan yang lebih luas yang menargetkan penduduk Palestina selama bulan Ramadan, yang dimulai minggu ini.

Yang disebut "Garda Nasional" seharusnya bertanggung jawab atas operasi tersebut. Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, membentuk pasukan ini dan beroperasi sebagai badan keamanan yang bertugas menekan warga sipil Palestina.

Channel 12 Israel melaporkan pada hari Sabtu bahwa komite tender kepolisian telah menyetujui pembelian tiga sistem yang dipasang pada drone yang mampu menjatuhkan tabung gas air mata. Kontrak tersebut, yang bernilai sekitar $49.000, telah disetujui.

Saluran tersebut mengatakan bahwa sistem yang disebut sebagai "Telur Kejutan" ini dirancang untuk dipasang pada drone "Matrice". Sistem ini memungkinkan pelepasan kapsul gas air mata dari udara untuk membubarkan demonstrasi. Kepolisian Israel sudah memiliki 19 sistem operasional jenis ini, bahkan sebelum pembelian terbaru.

Dokumen kontrak dilaporkan mendefinisikan akuisisi tersebut sebagai hal yang mendesak, dengan alasan persiapan operasional untuk peristiwa yang diantisipasi selama Ramadan.

Awal pekan ini, Channel 12 melaporkan bahwa tentara Israel memutuskan untuk memperkuat pasukannya di Tepi Barat yang diduduki selama Ramadan, termasuk pengerahan Brigade Komando. Unit tambahan diperkirakan akan bergabung dengan 22 batalion yang saat ini ditempatkan di wilayah tersebut.

Beberapa kompi tambahan juga akan dikerahkan untuk membantu di pos-pos pemeriksaan sebagai persiapan kedatangan ribuan jamaah yang ingin memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Militer telah merekomendasikan kepada Menteri Pertahanan Israel Katz agar 10.000 jamaah diizinkan memasuki masjid setiap hari Jumat. Rekomendasi tersebut juga mengusulkan untuk mengizinkan pria berusia di atas 55 tahun dan wanita berusia di atas 50 tahun untuk mengakses tempat tersebut.


Bagikan

Baca Berita Terbaru Lainnya